Rabu, 05 November 2014

Bertanggungjawab atas pilihan....

“Hidup hanyalah kesempatan membuat pilihan, segalanya digulirkan dan digilirkan. Apapun yang kita pilih, ujungnya adalah tanggung jawab. Memikul tanggung jawab apapun pasti melelahkan. Tidak ada hidup yang tidak melelahkan. Yang membedakan hanya bagaimana memahami setiap konsekuensi pilihan dengan sikap terbaik” 


Mengazamkan diri menjadi keluarga ALLAH memanglah bukan persoalan yang enteng . . .
Mengazamkan diri menjadi seorang istri mujahid juga bukan persoalan yang enteng
Mengazamkan diri menjadi seorang da;iyyah juga bukan pula persoalan yang enteng, terlebih jika kita masih harus juga mengazamkan diri dengan ketiga hal tersebut ditambah menjadi mahasiswa pasca sarjana yang juga harus berprestasi, bertanggung jawab dengan amanah sebagai asisten dan amanah untuk belajar di bimbingan luar, tapi ingatlah bahwa pertolongan ALLAH itu amat dekat. Tidak ada yang tidak mungkin :)

Setidaknya itu yang dulu pernah kurasakan...alhamdulillah kini mampu kulalui semua itu dengan pertolongan ALLAH...hanya dan hanya karena pertolongan ALLAH aku mampu menyelesaikan studyku di Universitas terbaik negeri ini...Universitas Gadjah Mada yang kucintai....Alhamdulillah...terimakasih ya..ALLAH....alhamdulillaahilladzii bini'matihii tatimush shaalihaat...
Berikut content dari skripsiku yang pernah terbit di korea...*tidak jadi hadir presentasi di KAIST (Korea Advance Insternational Science and Technology) universitas nomor satu di Korea* Tapi, alhamdulillah, ternyata tulisanku mereka terbitkan juga sebagai sebuah penghargaan ^^

http://cisak.perpika.kr/wp-content/uploads/2013/07/2013-70.pdf



Terimakasih yaa RABB atas segala nikmat-Mu yang telah KAU anugrahkan untukku  . . . nikmat untuk bisa melanjutkan studi S2, nikmat belajar di UGM *Universitas impian sejak aku masih SD*, nikmat mendapatkan beasiswa calon dosen dan nikmat in syaa ALLAH mendapatkan beasiswa S3. Juga nikmat mendapatkan suami yang mendukungku untuk tahfizh dan menjadikan amanah sebagai dosen sebagai ladang amal untuk dakwah di jalan-MU yaa RABB ^^ aamiin

Selesai sudah ujian tesisku....


Alhamdulillah,  selesai sudah ujian tesis S2 hamba di Universitas Gadjah Mada, mohon mudahkan hamba untuk tahap selanjutnya yaa ALLAH…aamiin

Ya ALLAH, alhamdulillah atas masa-masa nikmat ini...masa-masa penuh pembelajaran :') anugerah terindah yang kuimpikan...amazing! *apa yg sedang kukerjakan sekarang*  ini adalah sebuah hal yang pernah aku cita-citakan sewaktu kecil...harapan kupanjatkan disetiap doaku...terimakasih ya ALLAH...alhamdulillahilladzii bini'matihi tatimush shaalihaat

Suatu saat nanti aku akan merindukan masa-masa ini...masa-masa kuliah...jalanan yang kulalui setiap hari dan sudah ribuan kali kulalui...disinilah aku dibesarkan...sekolah S1 dan S2 di Universitas Gadjah Mada :') I'll mizz u kampus biruku yang sudah hampir 7 tahun aku bersamamu, darimu aku banyak belajar, semoga kelak qt bertemu lagi dimasa yang lebih baik...menjadi manusia yang lebih bermanfaat...atau dalam pembelajaran yang lebih mendalam.....aamiiin yaa Rabb

Yaa Rabb...sampaikan cita2ku untuk menjadi guru besar di bidang genetika....aku memohon kepada-Mu yaa Rabb aaamiiin....





Minggu, 23 Maret 2014

Bahagia^^

Hari ini hari yg membahagiakan bagiku...seluruh santri kelas 2 sudah istiqamah tilawah 1 juz per hari dan ternyata diluar pengetahuanku mereka sudah menjalankan sms saling menyemangati yg pernah kupesankan, mereka saling menyemangati bahkan sehari sampai 3 kali untuk mengkhatamkan tilawah 1 juz-nya...padahal mereka adalah orang2 yang belajar Qur'an dari nol, bahkan ada yang mualaf yang awalnya sama sekali belum bisa baca AL_QUR'AN, alhamdulillah sekarang sudah lancar dan bisa tilawah 1 juz perhari...subhaanallah ^^ dan subhaanallahnya lagi, santri tersebut masuk MDI setelah 1-2 bulan masuk Islam dan keluarganya belum mengetahui, masuk Islamnyapun karena diajak oleh salah satu santri MDI juga...

Subhaanallah...harta apalagi yang lebih berharga dari itu? yang satu mendapat hidayah harta termahal dalam hidup ini, yang satu mendapatkan kebaikan yang lebih dari onta merah atau mobil mewah camry hehe..bahkan kebaikannya mengalir sepanjang hidup selama yang diajak itu masih mengamalkan Islam^^ Subhaanallah...^^

Aku semakin bersemangat karena melihat semangat mereka...subhaanallah ^^ dan alhamdulillah, semoga santri kelas 1 semakin menyusul mereka^^ aamiiin yaa RABB

Kamis, 20 Maret 2014

HAKIKAT JODOH . . .

Apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama…
telah tertulis siapa yang menjadi Jodohnya dalam Kitab Lauhful Mahfudz maka…
sejauh apapun mereka…
sebanyak apapun rintangan yang menghalangi…
sebesar apapun beza diantara mereka…
sekuat apapun usaha dua orang tersebut untuk menghindarkannya…
meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya…
meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya…
meski mereka tidak pernah saling bertegur sapa…
PASTI !!
PASTI tetap saja mereka akan bersatu….
seakan ada magnet yang menarik mereka…
akan ada hal yang datang…
untuk menyatukan mereka berdua…
akan ada suatu kejadian…
yang membuat mereka saling mendekat…
dan akhirnya bersatu…
Aamiin ya Rabbal'alamin...


JODOH ITU MUTLAK RAHASIA ALLAH

Ada yang sudah dekat tiba-tiba menjauh.
Ada yang jauh tiba-tiba mendekat.

Ada yang sudah sayang tiba-tiba membenci.
Ada yang belum kenal tiba-tiba menyayangi.

Ada yang sudah direncanakan tanggal nikahnya tiba-tiba berantakan.
Ada yang tidak direncanakan tiba-tiba datang mengajak nikah.

Ada yang sudah dijodohkan tiba-tiba dibatalkan.
Ada yang tidak dikenal sebelumnya tiba-tiba menjadi jodohnya.

Itulah rahasia JODOH..

Hanya Dia yang tahu kapan kita berjodoh.
Hanya Dia yang tahu dengan siapa kita akan berjodoh.
Hanya Dia yang tahu dengan cara apa kita bertemu jodoh.

Tugas kita adalah berusaha dengan cara yang baik.
Tugas kita adalah berusaha dengan menjadi baik.
Tugas kita adalah menerima apapun keputusan terbaik menurut Allah.

Dan satu hal jangan kita abaikan.
Jangan pernah merasa lelah meminta dan terus meminta melalui DOA kepada-Nya.

Ya Allah..
Berikanlah jodoh yang sholeh dan sholehah untuk kami.. aamiin




"Jangan mencari waktu luang untuk menghafal al-qur'an, 

tapi luangkanlah waktu untuk menghafal al-qur'an."

check it out!

1. Orang yang menghafal Al Qur’an
dijamin dijaga Allah. Yakinlah..

komentar admin:
Penghafal al-qur'an -> menjaga kitab Allah dalam dadanya, inget ga kisah jaman dahulu saat islam diperangi kaum kafir dan kitab2 al-qur'an dibakar? Pokoknya ga boleh ada al-qur'an,titik. Tapi mereka (kaum muslimin) menjaganya di dalam dada mereka. mereka mendiktekan dr satu org ke org lain :'

"Sesungguhnya Kami-lah yg menurunkan Al-qur'an, dan sesungguhnya Kami benar2 memeliharanya."
(Al-Hijr:9)

Aaa betapa indahnya menjaga Al-qur'an di dalam dada kita :"

"Sebenarnya Al-Qur'an itu adl ayat2 yg nyata di dalam dada orang2 yg diberi ilmu. Dan tidak ada yg mengingkari ayat2 Kami keculai org2 yg zalim." (Al-'Ankabut:49)

2. Lebih baik menghafal Al Qur’an
lalu lupa, daripada tidak pernah
menghafal/ tidakmau tau.

prosesnya kawan, hasil kita serahkan pada Allah.. jgn lupa memohon kemudahan^^

3. Membaca ayat Allah pada malam
hari khususnya saat shalat malam..

komentar admin: ada keutamaan2 membaca al-qur'an di malam hari.. ibadah yg termasuk qiyamul lail.
dari kajian rutin selasa pertama sdh djelaskan
bedanya tahajjud dg qiyamul lail.
Tahajjud: sholat sunnah yg dilakukan dr isya smpe subuh. Qiyamul lail: Ibadah2 dr isya smpai subuh (bukan hny sholat).

Setiap malam kan ada saat2 mustajabnya doa jd sayaaang bgt kalo cuma buat tidur, ga dimanfaatkan utk beribadah n berdoa. -> nasehat utk diri sendiri T.T

4. Kenapa susah melaksanakan
sholat malam? Karena banyaknya
"maksiat" yang kita lakukan, hingga
hati kita sudah tidak peka lagi
dengan maksiat T.T
Sehari berapa kali mata ini memandang yg dharamkan? mengucpkan kata2 yg mendzolimi org, mendengar ghibah,dll #muhasabah.. :"

5. Orang yang beriman, hatinya peka
sama maksiat. Inget ga kisahnya Imam Syafi’I
yang hafalannya hilang karena
melihat betis wanita?

Sekeciiil apapun maksiat, bisa
mempengaruhi..
bisa jadi maksiat yg kita lakukan juga menghalangi kita utk melakukan ketaatan..
maksiat oh maksiat.. :"

https://www.facebook.com/kampustahfizh.akhwat?fref=ts

Hidupkan malam...


Malam ini tadi kembali kurasakan betapa nikmatnya menjadi bagian dari ahlul qur'an, meskipun hafalanku masih sedikit, namun kurasakan membaca ayat2nya dimalam hari ketika qiyam itu sungguh sebuah kenikmatan yg tak terlukiskan dan benar firman ALLAH dalam surah muzammil bahwa, bacaan di malam hari itu lebih berkesan.

*Rasanya hal ini sempat terlupa ketika aku sudah mulai tak lagi menghafal, lebih memilih membaca surah2 pendek yang sudah dihafal sejak kecil, namun ternyata memang berbeda...membaca ayat2 yang panjang dihafal, sedang dihafal...bahkan kalau hafalan kita banyak...rasanya gak mau berhenti....*

Jadi ingat sebuah atsar salaf,bahwa orang2 yg hafal Al-Qur'an itu seperti mendapatkan nikmat kenabian , hanya saja mereka tidak mendapatkan wahyu....ketika menikmati hafalan yg ada dalam dada dalam qiyam yg panjang dimalam yg sangat berkesan, memang ternyata benar2 sebuah kenikmatan. Terkadang muncul tanya: apakah ini juga yang dirasakan ustadzahku itu? kenikmatan yg sangat dalam qiyaam yang panjang. Nikmatnya melantunkan apa yg ada dalam ingatan dalam qiyam yang panjang sungguh nikmat, benarkah ini bagian dari yang disebut penghafal qur'an itu mendapatkan nikmat sebagai mana nikmat kenabian hanya saja mereka tidak mendapatkan wahyu. Wallahua'lam...

Terimakasih kepada suamiku yang selalu mendukung kami untuk tahfizh....juga mendukung istri untuk tetap berkarya dalam dakwah...*ingin segera bisa menyusulmu*....semoga pernikahan ini membuat kita semakin bertaqwa....aamiiin yaa RABB....

Allahummaj'alnaa min ahlil qur'aan...alladziinahum ahlu-KA wakhashshatu-Ka yaa arhamarraahimiin...aamiiinn yaa RABB...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Berikut ini artikel tips menghidupkan malam dengan shalat tahajud, semoga bermanfaat. aamiiin yaa RABB...



HIDUPKAN MALAM DENGAN SHALAT TAHAJUD


Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di taman-taman (surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah. (QS Adz-Dzariyat: 17)

Ayat ini mengandung makna yang sangat dalam bagi siapapun yang memaknainya. Allah tidak serta merta memerintahkan kita untuk mendirikan shalat tahajud namun lebih pada pemahaman bahwa orang yang bertaqwa memiliki kebiasaan yang demikian. Artinya mereka memanfaatkan akhir-akhir malam mereka dengan mendekatkan diri kepada Allah sehingga sangat sedikitlah jumlah waktu tidur mereka. Ketika kita memahami dan mendambakan kenikmatan seperti yang digambarkan dalam ayat ini, maka mendirikan shalat malam akan menjadi sebuah momen penting yang tak terlewatkan.

Shalat malam atau yang lebih dikenal dengan shalat tahajud biasanya dilakukan pada sepertiga malam terakhir yaitu di saat manusia yang lain terlelap dalam heningnya. Shalat ini termasuk shalat sunnah yang ditekankan mengingat banyaknya faedah yang dapat kita rasakan. Tentu bukan tanpa alasan kenapa Rasulullah rela meninggalkan kenikmatan tidur di malam hari untuk melakukan shalat malam hingga kakinya bengkak walau sebenarnya Allah telah mengampuni dosa beliau.

Mengingat istimewanya shalat ini, sampai-sampai Anas bin Malik biasa membagi malam menjadi 3 bagian. Anas melakukan shalat malam pada bagian pertama, selanjutnya membangunkan istrinya untuk mengerjakan shalat, lalu istrinya membangunkan putrinya untuk mengerjakan di bagian ketiga malam. Tatkala istri Anas wafat, maka ia membagi malam menjadi 2 bagian. Bagian pertama beliau dan bagian kedua putrinya. Kemudian dengan wafatnya Anas, makan putrinya berusaha mengerjakan shalat sepanjang malam. Subhanallah.

Dalam mengerjakan shalat tahajud, tentu banyak rintangan yang kita hadapi hingga terkadang menyulutkan niat kita untuk bermunajat kepada Allah di malam hari. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar mudah dalam mendirikan shalat tahajud.

Pertama, jangan memperbanyak makan dan minum karena hal ini akan menyebabkan malas dan mengantuk hingga terhalang berbagai kebaikan termasuk dalam mendirikan shalat tahajud.

Kedua, jangan menguras tenaga di waktu siang karena hal tersebut akan membuat kita kelelahan di malam hari sehingga menghambat pelaksanaan shalat tahajud. Tidur siang sedikit banyaknya diperlukan untuk membantu pengerjaan shalat tahajud.

Ketiga, hindari maksiat karena maksiat merupakan penyebab lemahnya kadar iman dan ibadah kepada Allah. Salah seorang tabi’in mengatakan, “Janganlah kalian mendurhakai (berbuat maksiat kepada) Allah di pagi hari, niscaya kalian akan mampu mengerjakan shalat malam (tahajud). Jadi terhindarnya diri dari maksiat akan membantu mendirikan shalat tahajud. Hal ini diperkuat dengan perkataan seorang ulama Sufyan Ats-Tsauri, “Saya terhalang melakukan shalat malam selama 5 bulan akibat sebuah dosa yang saya lakukan.”

Keempat, lakukan dengan bertahap karena sesungguhnya Allah lebih menyenangi ibadah yang sedikit namun berkelanjutan daripada ibadah banyak namun sesaat. Untuk perdana kita bisa memulai dengan dua rakaat dan terus menerus rutin mengerjakannya sampai sebulan. Lalu pada bulan berikutnya ditambah sedikit demi sedikit.
Bagi seorang pelajar, mahasiswa, ataupun para pekerja, tentu ada banyak manfaat yang dapat dirasakan setelah pelaksanaan ibadah shalat tahajud. Menghidupkan shalat malam tidak hanya bermanfaat ketika sedang dirundung duka atau dilanda masalah, namun juga ketika kita merasakan ketenangan dalam hidup. Setidaknya ada 3 manfaat besar yang dapat kita ambil dari pelaksanaan shalat tahajud, di antaranya:

Pertama, menguatkan jiwa. Seperti firman Allah, “Sungguh bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa) dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan. “ (QS Al Muzzammil: 1-6). Ketika jiwa-jiwa yang lain sedang tertidur dan menikmati malam yang indah, namun marilah kita menemui Rabb kita dan memohon ampun padaNya dengan penuh harap. Pada saat-saat seperti inilah kita akan merasakan ketergantungan dan kedekatan hati dengan Allah.

Kedua, sarana bertaubat. Allah sejatinya telah memfasilitasi kita dengan adanya momen shalat tahajud. Ketika orang lain terlelap, kita terjaga dan tidak segan untuk menangis dan merintih. 
Sepertiga malam terakhir menjadi waktu yang paling tepat untuk mendirikan shalat tahajud di mana kita seperti berkhalwat (berduaan) dengan Allah tanpa ada gangguan dari siapapun.
Sehingga patutlah seharusnya momen pertemuan ini kita manfaatkan sebaik mungkin untuk membongkar segala keburukan dan dosa kita serta memohon ampun padanya.

 Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa,” Allah membentangkan ampunannya di malam hari bagi orang yang berbuat dosa di siang hari. Dan Allah juga membentangkan ampunannya di siang hari untuk mereka yang berbuat dosa di malam hari.” Hingga bisa kita simpulkan bahwa pintu taubat itu selalu terbuka selama kita bersungguh-sungguh ingin berubah menjadi lebih baik.

Ketiga, menenangkan pikiran. Seseorang yang terbiasa mendirikan shalat tahajud maka akan terpancar ketenangan dari wajahnya. Pancaran itu lahir dengan sendirinya setelah kekhusyukan beribadah di malam hari yang hening dan senyap.

Ada banyak keutamaan lagi yang aka diperoleh oleh jika kita mendirikan shalat tahajud. Sebuah atsar berikut insya Allah akan membantu kita tekun mengerjakan shalat tahajud. 

Allah azza wa jalla memberikan wahyu kepada Nabi Dawud,”Wahai Dawud, sesungguhnya Aku memiliki beberapa hamba yang Aku cintai dan mereka pun mencintaiku. Aku merindukan mereka dan mereka pun merindukan Ku. Jika kamu ikuti mereka, wahai Dawud, Aku pun akan mencintaimu.” 

Maka Dawud pun berkata, “Ya Rabbi, tunjukkanlah mereka padaku.”Allah berfirman, “Mereka menjaga keterasingan di waktu siang dan merindukan malam hari sebagaimana burung-burung merindukan sarangnya. Sampai tatkala tiba waktu malam dan setiap orang menyendiri bersama kekasihnya, mereka pun menggelar wajah dan menegakkan telapak kaki untuk menyendiri denganKu bersama firman-firmanKu dan mendekat kepadaKu dengan nikmat-nikmat-Ku. Mereka ada yang merintih, ada yang menangis, ada yang mengaduh, serta ada yang bergetar.

Tahukah kamu Dawud, Aku memberi mereka 3 hal yaitu, pertama, kalaulah langit yang tujuh dan bumi yang tujuh ditimbang dengan mereka di hari kiamat, aku pasti aka memberatkan mereka; kedua, aku pancarkan beberapa cahaya-Ku di wajah dan hati mereka; dan ketiga, Aku menatap mereka dengan wajah-Ku. Tahukah kamu, wahai Dawud, orang yang aku tatap dengan wajah-Ku, adakah seseorang pun yang akan tahu apa yang akan Aku berikan padanya?”.

Keutamaan-keutamaan shalat tahajud seperti yang sudah dipaparkan di atas semoga dapat menguatkan niat kita untuk bangun di malam hari untuk bertemu Rabb kita.

Rabu, 19 Maret 2014

Mengapa Qur'an dihafal . . .


Mengapa Qur’an Dihafal ?


Di antara kekhususan Al-Qur’an adalah bahwasanya Allah sendiri yang akan menjamin pemeliharaannya, sebagaimana yang Allah tegaskan di dalam surat Al-Hijr ayat 9, yang artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” Di antara sarana pemeliharaannya adalah senantiasa ada orang yang menghafalnya, generasi demi generasi.
Tidak ada satu kitabpun di dunia ini, yang dihafal ribuan dan bahkan jutaan manusia di luar kepala, selain dari Al-Qur’an yang telah di jadikan Allah mudah untuk diingat dan di hafal. Maka tidak heran jika kita melihat laki-laki dan perempuan (dari kalangan orang-orang arab) yang menghafal Al-Qur’an di luar kepala, begitu pula anak-anak, Tak satu hurufpun yang lolos dari ingatan dan hafalan mereka. Bagitu pula yang dilakukan orang-orang selain arab. Mereka menghafal Al-Qur’an karena untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, meskipun dia tidak paham apa yang di baca dan di hafalnya.
Apa sih keutamaan menghafal al-qur’an itu?
Banyak hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menganjurkan untuk menghafal Al-Qur’an, agar diri orang muslim tidak lepas dari kitab Allah, seperti yang di sebutkan dalam hadits yang di riwayatkan oleh Ibnu Abbas secara marfu’:
إن الذي ليس في جوفه شيء من القرأن كالبيت الخرب
“Sesungguhnya orang yang di dalam dirinya tidak ada sedikitpun dari al-qur’an, maka ia seperti rumah yang roboh.” (diriwayatkan At-Tirmidzy).
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam menghormati orang-orang yang menghafal Al-Qur’an dan mengajarkannya, menempatkan mereka pada kedudukan tersendiri dan melebihkan mereka dari pada yang lainnya. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa salam mengirim beberapa orang utusan yang jumlahnya cukup banyak. Lalu beliau mengecek mereka satu persatu, tentang hafalan al-qur’annya. Beliau tiba pada salah seorang diantara mereka yang paling muda usianya. 
Beliau bertanya, “Apa yang engkau hafal wahai fulan?”
Orang itu menjawab, “Aku hafal ini dan itu serta surat Al-Baqarah.”
Beliau bertanya, “Apakah engkau hafal surat Al-Baqarah?”
“Benar”, jawabnya.
Beliau bersabda, “pergilah dan engkau adalah pemimpin rombongan.”

Seseorang yang lebih terpandang di antara mereka berkata, “Demi Allah, tidak ada yang menghalangiku untuk menghafal surat Al-Baqarah melainkan karena aku takut tidak mampu melaksanakan isinya.”
Lalu beliau bersabda, “pelajarilah Al-Qur’an dan bacalah ia. Sesungguhnya perumpamaan Al-Qur’an bagi orang yang mempelajarinya lalu dia membacakannya, seperti kantong kulit yang di isi minyak kesturi, yang aromanya menyebar ke segala penjuru. Siapa yang mempelajarinya lalu dia tidur, seperti kantong kulit yang di ikatkan kepada minyak kesturi.”
Jika demikian ini perlakuan beliau terhadap seseorang ketika masih hidup, maka setelah meninggal, jasadnya di dahulukan pengurusannya oleh beliau, seperti perlakuan terhadap para syuhada’ perang uhud.
Beliau biasa megutus para Qori’ di antara para sahabat, untuk mengajarkan kewajiban-kewajiban islam dan adab-adabnya, karena mereka hafal kitab Allah dan lebih mampu melaksanakan tugas ini. Diantara mereka itu adalah tujuh puluh orang yang mati syahid di perang Bi’r Ma’unah yang terkenal dalam tarikh, karena pengkhianatan orang-orang musyrik.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa salam bersabda,
“Orang yang membaca Al-Qur’an datang pada hari kiamat, lalu Al-Qur’an berkata, ‘ya rabbi berilah dia pakaian’. Maka dia diberi mahkota kemulyaan. Kemudian Al-Qur’an berkata lagi, ‘ya rabbi tambahilah’. Maka dia diberi pakaian kemulyaan. Kemudian Al-Qur’an berkata lagi, ‘ya rabbi ridhailah dia’. Maka Allah ridha padanya. Lalu dikatakan kepadanya, ‘bacalah dan tingkatkanlah’. Dan dia ditambahi satu kebaikan dari setiap ayat.” (Di riwayatkan At-Tirmidzy)
Pahala Allah di akhirat tidak hanya di berikan kepada orang yang membaca Al-Qur’an semata, tetapi cahayanya juga merambah kepada kedua orang tuanya, sehingga keduanya mendapatkan barakah dari imbasnya.
Dari Buraidah Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata, “Rasululah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkan isinya, maka pada hari kiamat dia diberi mahkota dari cahaya, yang sinarnya seperti sinar matahari, dan kedua orang tuanya di beri dua lembar pakaian yang tidak mampu di kenakan di dunia. Kedua orang tuanya itu bertanya, ‘mengapa kami di beri pakaian ini?’ ada yang menjawab, ‘karena anakmu yang membaca Al-Qur’an’.” (di riwayatkan Al-Hakim)
Kedua orang tua menerima kehormatan dari Allah ini, karena keduanya mempunyai andil dalam mendidik dan membimbing anaknya untuk membaca Al-Qur’an semenjak kecil. Yang demikian merupakan anjuran bagi orang tua untuk membimbing anak-anaknya agar menghafal Al-Qur’an selagi masih kecil.
Ibnu Mas’ud berkata, “sesungguhnya rumah yang paling kosong dari barakah adalah rumah yang di dalamnya tidak di bacakan sedikitpun dari Al-Qur’an.”
Al-Mundziry menyebutkan di dalam At-Targhib wat-Tarhib dengan lafazh, “rumah yang paling kecil”. Artinya, rumah yang paling hina dan rendah nilainya.
Masih adakah alasan untuk tidak mengajarkan Al-Qur’an kapada anak-anak kita sejak kecil? Mudah-mudahan Allah menjadikan kita dan anak keturunan kita sebagai pembawa panji-panji islam…… amiin yaa mujibas sailiin.

Isyhaduu biannaa muslimuun

Mahasiswa Hisham al-Faleh, saudi. melakukan sujud syukur, setelah menerima tempat ketiga dalam Fisika di depan ribuan mahasiswa asing di kompetisi (Intel ISEF 2012) yang diselenggarakan di Amerika.

saat begitu banyak mahasiswa non muslim sekelilingnya, ia tidak merasa malu untuk bersujud, ia menunjukkan seluruh dunia bahwa ia bangga menjadi seorang muslim ..

copy : http://purple20butterfly10.blogspot.com/2012/11/intel-isef-2012-grand-awards-ceremony.html

Doa Cinta...


Doa Cinta ... دعاء الحبّ

عندما تحب شخصا...فلا تهديه أغاني حب ... وكلمات غزل ..
ولا ورود حمراء ... ولا ترسم له قلب وبين طرفيه اسمك و اسمه ... ولكن ..

ارفع يديك إلى السماء في منتصف الليل وقل:

ربي لقد أحببت عبدا من عبادك ...فيسر له طاعتك ...
واعصمه عن معصيتك ...
وأسكنه فسيح جناتك ... وأبعده عن النار ...
وارزقه الخير كله ...
واغفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر ...
إنك أنت الغفور الرحيم..

Di saat engkau mencinta seseorang .. janganlah engkau  menghadiahinya nyanyian cinta ...  kata-kata pujian, rayuan  .. tidak pula mawar merah .. dan juga bukan gambar hati yang terlukis di dalamnya namamu dan namanya ... tetapi

angkat kedua tanganmu ke langit di tengah malam dan katakan :

Robbiy ... laqod ahbabtu 'abdan min 'ibadika .. fayassir lahu tho'ataka ..
wa'shimhu min ma'shiyatika ..
wa askinhu fasiha jannatika .. wa ab'idhu 'anin nari..
war zuqhul khoiro kullahu ..
waghfir lahu ma taqoddama min dzanbihi wa ma ta_akhkhoro ..
innaka antal ghofurur rohimu ...

Tuhanku ,, aku mencintai seseorang dari hamba-Mu ..
maka mudahkanlah ia kepada ketaatan-Mu ..
dan peliharalah ia dari bermaksiat terhadap-Mu...
tempatkan ia di surga-Mu yang luas ...dan jauhkan ia dari api neraka ...
anugerahkanlah padanya senua bentuk kebaikan ...
dan ampunilah ia dari dosa-dosa yang lampau maupun yang akan datang ..
sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ..

Selasa, 18 Maret 2014

Ya ALLAH...

Ya ALLAH aku memohon kepada-Mu kerinduan untuk melihat-MU . . .

Alasan Dokter Negara Maju "Pelit" Memberikan Obat ke Anak


Dulu sekali, pernah sy mendapatkan artikel ini, tp ingin sy abadikan artikel ini di blog sy, sbg tadzkirah:

Belum sebulan aku tinggal di Belanda, dan putraku Malik terkena demam tinggi. Setelah tiga hari tak ada perbaikan aku membawanya ke huisart (dokter keluarga) kami, dr. Knol.

"Just wait and see. Don’t forget to drink a lot. Mostly this is a viral infection." kata dokter tua itu.


"Ha? Just wait and see?" batinku meradang.

Ya, aku tahu sih masih sulit untuk menentukan diagnosa pada kasus demam tiga hari tanpa ada gejala lain. Tapi masak sih nggak diapa-apain.


"Obat penurun panas Dok?" tanyaku lagi.

"Actually that is not necessary if the fever below 40 C."


Sebetulnya di rumah aku sudah memberi Malik obat penurun panas, tapi aku ingin dokter itu memberi obat lain. Sudah lama kudengar bahwa dokter disini pelit obat. Karena itu, aku membawa obat dari Indonesia.


Dua hari kemudian, demam Malik tak kunjung turun dan frekuensi muntahnya bertambah. Aku kembali ke dokter. Dia tetap menyuruhku wait and see. Pemeriksaan laboratorium akan dilakukan bila panas anakku menetap hingga hari ke tujuh.


"Anakku ini suka muntah-muntah juga Dok," kataku.

Lalu si dokter menekan-nekan perut anakku. "Apakah dia sudah minum suatu obat?"


Eh tak tahunya mendengar jawabanku, si dokter malah ngomel-ngomel,

"Kenapa kamu kasih syrup Ibuprofen? Pantas saja dia muntah-muntah. Ibuprofen itu sebaiknya tidak diberikan untuk anak-anak, karena efeknya bisa mengiritasi lambung. Untuk anak-anak lebih baik beri paracetamol saja."


Huuh! Walaupun dokter itu mengomel sambil tersenyum ramah, tapi aku jengkel dibuatnya. Jelek-jelek begini gue lulusan fakultas kedokteran tau!


Setibanya dirumah, suamiku langsung menjadi korban kekesalanku.

"Lha wong di Indonesia, dosenku aja ngasih obat penurun panas nggak pake diukur suhunya. Mau 37, 38 apa 39 derajat, tiap ke dokter dan bilang anakku sakit panas, penurun panas ya pasti dikasih. Masa dia bilang ibuprofen nggak baik buat anak!

Sewaktu praktek menjadi dokter dulu, aku lebih banyak mencontek yang dilakukan senior. Tiga bulan menjadi co-asisten di bagian anak memang membuatku kelimpungan dan belajar banyak hal, tapi secuil-secuil ilmu kudapat. Seperti orang travelling Eropa dalam dua minggu. Menclok sebentar di Paris, dua hari ke Roma. Dua hari di Amsterdam, kemudian tiga hari mengunjungi Vienna. Puas berdiam di Berlin dan Swiss, waktu habis. Tibalah saat pulang ke Indonesia. Tampaknya orang itu sudah keliling Eropa, padahal ia hanya mengunjungi ibukota utama. Banyak negara dan kota di Eropa belum disambangi. Itulah kami, pemuda-pemudi fresh graduate from the oven Fakultas Kedokteran. Malah yang kami pelajari dulu, kasusnya tak pernah kami jumpai dalam praktek sehari-hari. Berharap bisa memberikan resep cespleng, kami mengintip resep ajian senior!



Setelah Malik sembuh, Lala, putri pertamaku sakit. Kuberikan obat batuk yang kubawa dari Indonesia. Batuknya tak hilang dan ingusnya masih meler. Lima hari kemudian, Lala kubawa ke huisart.


"Just drink a lot," katanya ringan.


"Apa nggak perlu dikasih antibiotik Dok?" tanyaku tak puas.


"This is mostly a viral infection, no need for an antibiotik," jawabnya lagi.


Lalu ngapain dong aku ke dokter,tiap ke dokter pulang nggak pernah dikasih obat. Paling enggak kasih vitamin keq!

"Ya udah beli aja obat batuk Thyme syrop. Di toko obat juga banyak."

Ternyata isi obat Thyme itu hanya ekstrak daun thyme dan madu.


Saat itu aku memang belum memiliki waktu untuk berintim-intim dengan internet. Di kepalaku, cara berobat yang betul adalah seperti di Indonesia.


Putriku sembuh. Sebulan kemudian sakit lagi. Batuk pilek putriku kali ini ringan, tapi hampir dua bulan sekali ia sakit. Dua bulan sekali memang lebih mendingan karena di Indonesia dulu, hampir tiap dua minggu ia sakit.

"Dok anak ini koq sakit batuk pilek melulu ya?"


Setelah mendengarkan dada putriku dengan stetoskop, melihat tonsilnya, dan lubang hidungnya,huisart-ku menjawab,"Nothing to worry. Just a viral infection."


"Tapi Dok, dia sering banget sakit, hampir tiap sebulan atau dua bulan Dok,"


Dokter tua yang sebetulnya baik dan ramah itu tersenyum. "Do you know how many times normally children get sick every year?"


"Twelve time in a year, researcher said," katanya sambil tersenyum lebar. "Sebetulnya kamu tak perlu ke dokter kalau penyakit anakmu tak terlalu berat," sambungnya.


Aku pulang dengan perasaan malu. Barangkali si dokter benar, aku selama ini kurang belajar.


Setelah aku beradaptasi dengan kehidupan di Belanda, aku berinteraksi dengan internet. Aku menemukan artikel Prof. Iwan Darmansjah, ahli obat-obatan Fakultas Kedokteran UI.

"Batuk - pilek beserta demam yang terjadi 6 - 12 bulan masih wajar.observasi menunjukkan kunjungan ke dokter terjadi 2 - 3 minggu selama bertahun-tahun."


"Bila ini yang terjadi, maka ada dua kemungkinan kesalahkaprahan penanganannya, Pertama, obat diberikan selalu mengandung antibiotik. Padahal 95% serangan batuk pilek dengan atau tanpa demam disebabkan oleh virus, dan antibiotik tidak dapat membunuh virus. Di lain pihak, antibiotik malah membunuh kuman baik dalam tubuh, yang berfungsi menjaga keseimbangan dan menghindarkan kuman jahat menyerang tubuh. Ia juga mengurangi imunitas si anak, sehingga daya tahannya menurun. Akibatnya anak jatuh sakit setiap 2 - 3 minggu dan perlu berobat lagi.


Duuh…kemana saja aku selama ini. Eh..sebetulnya..bukan salahku dong. Aku kan sudah membawa mereka ke dokter spesialis anak. Sekali lagi, mereka itu dosenku lho!.

Di Belanda 'dipaksa' tak pernah mendapat antibiotik untuk penyakit khas anak-anak, kondisi anakku jauh lebih baik. Mereka jarang sakit.


Aku tercenung mengingat 'pengobatan rasional'. Hey! Lalu kemana perginya ingatan itu? Jadi, apa yg kulakukan, tidak meneliti baik-baik obat yang kuberikan, sedikit-sedikit memberi obat penurun panas, sedikit-sedikit memberi antibiotik, baru sehari atau dua hari anak mengalami sakit ringan aku panik dan membawa ke dokter, sedikit-sedikit memberi vitamin. Rupanya adalah tindakan yang sama sekali tidak rasional!

Sistem kesehatan Belanda menerapkan betul apa itu pengobatan rasional.


Aku baru mengetahui ibuprofen memang lebih efektif menurunkan demam pada anak, sehingga banyak negara termasuk Amerika Serikat,dipakai secara luas untuk anakanak. Tetapi resiko efek sampingnya lebih besar, Belgia dan Belanda menetapkan kebijakan lain. Walaupun obat ibuprofen tersedia di apotek dan boleh digunakan usia anak diatas 6 bulan, di kedua negara ini, parasetamol tetap dinyatakan sebagai obat pilihan pertama anak demam.


Jadi, bagaimana dengan para orangtua di Indonesia? Aku tak ingin berbicara terlalu jauh soal mereka-mereka yang tinggal di desa atau orang-orang yang terpinggirkan. Karena kekurangan dan ketidakmampuan,penyakit anak sehari-hari, orang desa relatif 'terlindungi' dari paparan obat-obatan yang tak perlu. Sementara kita yang tinggal di kota besar,cukup berduit,melek sekolah, internet dan pengetahuan, malah kebanyakan selalu dokter-minded dan gampang dijadikan sasaran oleh perusahaan obat dan media. Kalau pergi ke dokter lalu tak diberi obat, biasanya kita malah ngomel-ngomel, 'memaksa' agar si dokter memberikan obat. Iklan-iklan obat pun bertebaran di media, bahkan tak jarang dokter-dokter 'menjual' obat tertentu melalui media. Padahal mestinya dokter dilarang mengiklankan suatu produk obat.


Dan bagaimana pula dengan teman-teman sejawatku dan dosen-dosenku yang kerap memberikan antibiotik dan obat-obatan yang tidak perlu pada pasien batuk, pilek, demam, mencret? Malah aku sendiri dulu pun melakukannya karena nyontek senior. Apakah manfaatnya lebih besar dibandingkan resikonya? Tentu saja tidak. Biaya pengobatan membengkak, anak malah gampang sakit dan terpapar obat yang tak perlu. Belum lagi bahaya besar jelas mengancam seluruh umat manusia: superbug, resitensi antibiotik! Tapi mengapa semua itu terjadi?


Duuh Tuhan, aku tahu sesungguhnya Engkau tak menyukai sesuatu yang sia-sia dan tak ada manfaatnya. Namun selama ini aku telah alpa. Sebagai orangtua, bahkan aku sendiri yang mengaku lulusan fakultas kedokteran ini, telah terlena dan tak menyadari semuanya. Aku tak akan eling kalau aku tidak menyaksikan sendiri dan tidak tinggal di negeri kompeni 
ini. Apalagi dengan masyarakat awam, para orangtua baru yang memiliki anak-anak kecil itu. Jadi bagaimana mengurai keruwetan ini seharusnya? Memikirkannya aku seperti terperosok ke lubang raksasa hitam. Aku tak tahu, sungguh!


Aku sadar. Telah terjadi kesalahan paradigma pada kebanyakan kita di Indonesia dalam menghadapi anak sakit. Disini aku sering pulang dari dokter tanpa membawa obat. Aku ke dokter biasanya 'hanya' konsultasi, memastikan diagnosa penyakit dan penanganan terbaiknya, serta meyakinkan diriku bahwa anakku baik-baik saja.


Di Indonesia, ke dokter = dapat obat?

Sistem kesehatan di Indonesia memang masih ruwet. Kebijakan obat nasional belum berpihak pada rakyat. Perusahaan obat bebas beraksi‘ tanpa ada peraturan dan hukum yang tegas dari pemerintah. Dokter pun bebas meresepkan obat apa saja tanpa ngeri mendapat sangsi.


Lalu dimana ujung pangkal salahnya? Percuma mencari-cari ujung pangkal salahnya.Kondisi tersebut jelas tak bisa dibiarkan. Siapa yang harus memulai perubahan? Pemerintah, dokter, petugas kesehatan, perusahaan obat, tentu semua harus berubah. Namun, dalam kondisi seperti ini, mengharapkan perubahan kebijakan pemerintah dalam waktu dekat sungguh seperti pungguk merindukan bulan. Sebagai pasien kita pun tak bisa tinggal diam. Setidaknya, bila pasien 'bergerak', masalah kesehatan di Indonesia, utamanya kejadian pemakaian obat yang tidak rasional dan kesalahan medis tentu bisa diturunkan.


Dikutip dari buku "Smart Patient" karya dr. Agnes Tri Harjaningrum

Semoga mencerahkan ya bunda-bunda, saya dapetnya dari artikel suami..

Sumber: http://ibuhami

Senin, 17 Maret 2014

Cerita cinta...

"Cerita cinta adalah ketika kau berusaha membaca lembar demi lembar mushhafmu meski aktivitasmu begitu padat...."

Hari ini kebahagiaan tersendiri bagiku kembali dipertemukan dengan teman2 penghafal Qur'an...kembali menghadiri majelis halaqah qur'an yang mungkin lama sekali aku kehilangannya karena aktivitas akademik...

Syukur padamu yaa RABB... 

Meski hafalanku masih jalan beberapa juz...tapi, subhaanallah ustadzah selalu memotivasi agar 30 juz menjadi cita2 kami untuk menyelesaikannya...sambil jalan muraja'ah....

ALLAHummaj'alnaa min ahlil qur'aan alladziinahum ahluKA wakhashshatuKA yaa arhamarraahimiin ^^

Minggu, 16 Maret 2014

اللهم ارزقنا الحج و العمره .



يارب اجعلني من معتمري رمضان هذا العام

انا وكل مشتاق أمين

Allahummarzuqnaa ziyaarata baitikal muharram. aamiiin yaa RABB

اللهم ارزقنا الحج و العمرة


اللهم ارزقنا الحج و العمرة أمي 



ALLAHummarhamnaa bil Qur'aan


Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah berkata :
اطلب قلبك في ثلاثة مواطن عند سماع القرآن وفي مجالس الذكر وفي أوقات الخلوة فان لم تجده في هذه المواطن فسل الله أن يمن عليك بقلب فانه لا قلب لك
“Carilah hatimu di tiga tempat ini ; di saat engkau mendengarkan Al Qur’an, di saat engkau berada di majlis dzikir (majlis ilmu) dan di saat engkau menyendiri bermunajat kepada Allah. Jika engkau tidak temukan hatimu di sana, maka mintalah kepada Allah agar Memberimu hati karena sesungguhnya engkau sudah tak punya hati lagi” (Al Fawaid 1/148)

Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam  bersabda :
“Barangsiapa yang sedang mendapatkan musibah, kesedihan hati dan kegundahan jiwa kemudian membaca do’a ini pastilah Allah akan  menghilangkan semua kesedihan dan kesulitannya serta menggantikan dengan jalan keluar baginya”


اَللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوْبِناَ، وَنُوْرَ صُدُوْرِناَ، وَجَلاَءَ أَحْزَانِناَ، وَذَهَابَ هُمُوْمِناَ.
“Ya Allah jadikanlah Al Qur’an sebagai penyejuk hati kami, cahaya yang menyinari dada kami, pelipur duka kami dan penghapus kesedihan kami”.
Lalu seseorang bertanya kepada Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam  
Ya Rasulallah, bolehkah kami menghafalkannya ?”.
Beliau menjawab : “Aku anjurkan bagi yang mendengarnya agar menghafalkan (dan mengamalkannya)”.
(HR. Hakim dalam Al Mustadrak, beliau berkata : Hadits ini Shahih dengan persyaratan Imam Muslim)

اَللَّهُمَّ ارْحَمْناَ بِالْقُرْآنْ، وَاجْعَلْهُ لَناَ إِماَماً وَنُوْراً وَهُدًى وَرَحْمَةْ .
اَللَّهُمَّ ذَكِّرْناَ مِنْهُ ماَ نَسِيْناَ، وَعَلِّمْناَ مِنْهُ ماَ جَهِلْناَ، وَارْزُقْنـاَ تِلاَوَتَهُ آناَءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهاَرْ، وَاجْعَلْهُ لَناَ حُجَّةً، ياَ رَبَّ الْعاَلمَيِنْ.
“Ya Allah limpahkanlah kasih sayang-Mu kepada kami dengan  Al Qur’an, jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk dan rahmat bagi kami”.
“Ya Allah ingatkanlah apa-apa yang kami lupa darinya, ajarkanlah yang kami tidak tahu, dan limpahkanlah rizki kepada kami (dalam bentuk) membacanya sepanjang siang dan malam hari. Dan jadikanlah ia pembela kami di hari kiamat nanti, wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang“.

Ya ALLAH . . .berilah aku sebuah hati yang sungguh mencintai-MU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cinta-MU, bukan mencintainya sekedar cintaku . . .